<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>My Blog</title>
	<atom:link href="http://drouerhendro.blog.friendster.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://drouerhendro.blog.friendster.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 13:40:42 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>To Who(m) It May Concern</title>
		<link>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2009/01/to-whom-it-may-concern-2/</link>
		<comments>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2009/01/to-whom-it-may-concern-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 13:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drouerhendro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drouerhendro.blog.friendster.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Hal ini pernah kuutarakan sebelumnya, meski tadinya ingin ku baratkan karena Jim Morrison bilang &#8216;the west is the best&#8217;.
Sebuah Mercedes Benz adalah sebuah kendaraan yang memang sudah dipastikan kenyamanannya. Tapi pernahkah merasa tidak nyaman berada dalam kendaraan ini hanya karena ketidak sesuaian sengan sang pengemudi atau dengan teman seperjalanan?
Berjalan adalah suatu aktifitas yang melelahkan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hal ini pernah kuutarakan sebelumnya, meski tadinya ingin ku baratkan karena Jim Morrison bilang &#8216;the west is the best&#8217;.</p>
<p>Sebuah Mercedes Benz adalah sebuah kendaraan yang memang sudah dipastikan kenyamanannya. Tapi pernahkah merasa tidak nyaman berada dalam kendaraan ini hanya karena ketidak sesuaian sengan sang pengemudi atau dengan teman seperjalanan?</p>
<p>Berjalan adalah suatu aktifitas yang melelahkan dan belum tentu menyenangkan. Tapi pernahkah merasa berjalan menjadi sangat membahagiakan dan menyenangkan hanya karena seseorang yang menjadi teman seperjalanan adalah seseorang yang diinginkan?</p>
<p>*hanya sebuah pertimbangan kecil yang bisa menjadi hal besar*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2009/01/to-whom-it-may-concern-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penampakan</title>
		<link>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/11/penampakan/</link>
		<comments>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/11/penampakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 10:59:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drouerhendro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drouerhendro.blog.friendster.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Hanya sebuah pertanyaan mengenai penampakan, &#8220;Apakah penampakan itu begitu sulit dan menakutkan?&#8221;
*sebuah pertanyaan mudah namun dapat menjadi indah*
&#8220;I am invisible. Understand? Simply, because people refuse to see me. No, I&#8217;m not a spook like those who haunted Edgar Allan Poe. Nor, I am a man of substance, of flesh and bone, &#8230;.&#8221; (Invisible Man - [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya sebuah pertanyaan mengenai penampakan, &#8220;<em>Apakah penampakan itu begitu sulit dan menakutkan?</em>&#8221;</p>
<p>*sebuah pertanyaan mudah namun dapat menjadi indah*</p>
<p>&#8220;<em>I am invisible. Understand? Simply, because people refuse to see me. No, I&#8217;m not a spook like those who haunted Edgar Allan Poe. Nor, I am a man of substance, of flesh and bone, &#8230;.</em>&#8221; (Invisible Man - Ralph Ellison)</p>
<p>dan aku hanya nampak dalam kata&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/11/penampakan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dalam Perjalanan</title>
		<link>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/11/dalam-perjalanan/</link>
		<comments>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/11/dalam-perjalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 10:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drouerhendro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drouerhendro.blog.friendster.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Setelah lama berjalan, dari semua liku-liku yang pernah kulalui kembali kujumpai kembali suatu jalan yang jauh lebih melelahkan dari jalan yang pernah ku lalui. Entah karena aku sudah terlalu lama berjalan di jalan mendatar tanpa tikungan tajam dan tanjakan curam, atau aku yang terlalu terlena dengan berkendaraan sendiri. Saat aku hendak melalui jalan ini, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah lama berjalan, dari semua liku-liku yang pernah kulalui kembali kujumpai kembali suatu jalan yang jauh lebih melelahkan dari jalan yang pernah ku lalui. Entah karena aku sudah terlalu lama berjalan di jalan mendatar tanpa tikungan tajam dan tanjakan curam, atau aku yang terlalu terlena dengan berkendaraan sendiri. Saat aku hendak melalui jalan ini, dan kini aku mencoba untuk melalui jalan ini tidak sendiri, kudapati jalan ini begitu mendaki, dengan tikungan-tikungan yang teramat tajam, dan aku masih menggunakan kendaraan yang sama. Hmmm, ingin aku berganti kendaraan. Sayangnya, semua kendaraan akan tetap dengan hasil yang sama. &#8216;<em>Seems like there&#8217;s no choices to change the vehicle</em>&#8216;. tak apalah, aku masih bisa menggunakan kendaraan aku yang lama. Meski terkadang aku sejenak berhenti di tengah tanjakan untuk mendinginkan mesinku, sedikit memperbaiki mesin atau memang berhenti karena kehabisan bahan bakar. Sedikit-demi sedikit aku tetap mencoba menapaki jalan ini. Dari setiap tikungan tajam yang aku coba lalui, berkombinasi tanjakan atau lubang atau terkadang adanya penyeberang-penyeberang yang mendadak, kasat mata dan tidak, aku masih tetap berkeras hati untuk menapaki jalan ini. </p>
<p>Disela-sela kesibukan mengemudikan kendaraan ini, selalu kusempatkan untuk menatap pendamping di sampingku. Dia yang menjadi penunjuk arah dan penunjuk keadaan secara umum, karena memang dia sedang memegang peta dari jalan yang harus kulalui. Dan, dia juga yang membuat ku berkeras hati untuk mencapai akhir dari jalan ini. Kala terang dan gelap, kala siang dan malam, kala hujan atau panas, tetap aku berusaha untuk tetap menatap jalan yang harus kulalui. Berkonsentrasi penuh untuk apa yang akan terjadi, berusaha membaca keadaan di depan, dan membuat perencanaan dari setiap prediksi. Tak kupungkiri, memang melelahkan. Meski keadaan sering menjadi pengobat dari kelelahan ini. Dari setiap ruas jalan ini, kudapati keindahan-keindahan kehidupan yang selalu kuinginkan, yang menyejukkan suasana panas, yang membasahi keringya hati. Indah, begitu indah, alam semesta yang kulalui memang alam yang begitu indah. Ketika pohon-pohon menyejukkan dan menaungi kami dari panasnya mentari dan sengatan tuntutan-tuntutan dari jalanan, kami tersenyum, tertawa bersama, berbagi hebahagiaan, dan mensyukurinya. </p>
<p>Tak dipungkiri, dari sekian banyak keindahan, kami pun bertemu dengan ganasnya alam yang memaksa kami menghentikan kendaraan dan berhenti sejenak, bersedih atau menangis. Terkadang kami harus berjalan satu persatu dan yang lainnya menyusul dengan kendaraan yang memang sedang tidak mampu untuk menaiki tanjakan yang begitu terjal. Tapi kami kembali meneruskan perjalanan bersama, walau terkadang perjalanan kami dilanjutkan dengan duka, kesedihan, dan air mata. Dan semua ini mencambuk kami, dia dan aku. Mencambuk setiap sisi kehidupan kami. Semoga cambuk ini bukanlah neraka.</p>
<p>Dan kami menempuh perjalanan ini dalam ketidak nampakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/11/dalam-perjalanan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>celoteh saat hendak mohon diri</title>
		<link>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/celoteh-saat-hendak-mohon-diri/</link>
		<comments>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/celoteh-saat-hendak-mohon-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 13:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drouerhendro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/celoteh-saat-hendak-mohon-diri/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mari kita kembali ke titik nol.. dan biarkan lewati masa ke depan pada titik nol. titik teraman yang sebetulnya tidak aman, dan titik termudah yang sebenarnya tidak mudah. namun apa hendak dikata, jalan yang berliku membawaku kembali ke titik awal ini, dan pada akhirnya berusaha untuk menjadikan titik ini sebagai zona aman untuk sementara waktu hingga waktu yang tidak di tentukan. </p>
<p>Terimakasih untuk semua yang telah berada di sekitar saat melewati masa yang telah lalu. tidak pernah berniat untuk menghilangkan semua itu dari benak, bahkan akan ku kumpulkan dalam sebuah album yang akan selalu kujaga dan kurawat. semua akan menjadi kenangan yang indah. i believe that it would be.</p>
<p>Dan perubahan bkanlah harus terjadi seketika, saat batu kemudian berlubang karena tetes demi tetes air yang jatuh menimpanya. aku harus berubah. ya, aku harus. Pilihan-pilihan itu masih berserakan di sekitar, dan aku harus tetap memilih. meski pilihan itu adalah diam dan memilih untuk tidak memilih. mungkin tidak itu saja pilihan yang terdekat, karena bisa saja akumemilih untuk melanjutkan jalan yang pernah aku tapaki. kembali ke luasnya dua dunia. wew&#8230;.</p>
<p>sudah mendekati waktu dimana sepatu dilepas, dan menghempaskan diri ke tempat tidur&#8230;. tapi aku masih di tempat dimana rejekiku diraup. alhamdulillah&#8230;&#8230;</p>
<p>mari.. met malam.. saya pamit..</p>
<p>dan untuk kamu, mari.. saya juga pamit.. maafkan, saya mohon diri&#8230;.</p>
</p>
<p>*sekedar berpamitan, ntuk waktu tak terhingga*</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/celoteh-saat-hendak-mohon-diri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mind that Reads</title>
		<link>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/mind-that-reads/</link>
		<comments>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/mind-that-reads/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 11:19:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drouerhendro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/mind-that-reads/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hanya sedang ingin menulis sedikit tentang sesuatu&#8230;</p>
</p>
<p>1. sedang berfikir mengenai ke-&#8217;atheis&#8217;-an.. wew, please, don&#8217;t do that to me&#8230;. don&#8217;t push my tounge to say it&#8230;.</p>
<p>2. when thing&#8217;s being empty.. then a jug of water comes nearer&#8230; should i fill it with the water? damn&#8230;!!! I&#8217;m not that strong for that&#8230;.</p>
<p>3. hmm.. it&#8217;s not easy to be a &#8216;nokia&#8217;. since traps are everywhere and you might choose a wrong operator&#8230; demmmm the competition among the operators are getting harder and harder&#8230;. </p>
<p>4. trying to take off the clothes that I&#8217;ve been wearing for so long&#8230;, and be ready to wear another clothes. will i be ready for that&#8230;.????</p>
<p>5. bunda dan ayah, maafkan aku. I can&#8217;t be the boy that you always want. I have my own life to live but still, I never change my list where you n the family is the first in it.</p>
<p>6. keep looking at the stars and the moon in the sky above.. wondering&nbsp; where my star will be and how will the moon in June look like?</p>
</p>
<p>*sambil celingukan liat bayangan diri sendiri di cermin*</p>
<p>UPG, 200508</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/mind-that-reads/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sejenak Mohon Pamit</title>
		<link>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/sejenak-mohon-pamit/</link>
		<comments>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/sejenak-mohon-pamit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 04:07:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drouerhendro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/sejenak-mohon-pamit/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat malam untuk kekasih<br />Dalam hati berada sang putri, masih<br />Menguatkan kaki, untuk tak tertatih<br />Menerangi hari dengan cahaya putih</p>
<p>Selalu bersinar cerah bersahaja<br />menjadi ratu dari seorang raja<br />Ceriakan relung kelabu kala senja<br />Tiada berharap yang lain, dirinya saja</p>
<p>Gelapnya malam ini kan memberi mimpi<br />Yang terindah, yang tiada bertepi<br />Doa dan senyum selalu menatapi<br />Membahana, tinggalkan diri yang sepi</p>
<p>Lautan masih tetap menantang<br />Penghujung langit disana terbentang<br />Kembali berada di bahtera yang usang<br />Teriring salam untuk kekasih tersayang</p>
</p>
<p>*sejenak ku mohon diri*</p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/sejenak-mohon-pamit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Celoteh Malam</title>
		<link>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/celoteh-malam/</link>
		<comments>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/celoteh-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 03:42:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drouerhendro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/celoteh-malam/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak bisa kuungkap dalam bentuk kata<br />
Hanya bertutur dalam air mata<br />
Hatiku yang terkungkung dan buta<br />
Iman terbelenggu dalam imaji semata</p>
<p>Tuhan selalu ada, ku tau itu pasti<br />
Meski tulang, daging, dan kulit dalam peti<br />
Ruh tak bertubuh bersimbah cemeti<br />
Itulah yang saat ini menjadi arti</p>
<p>Kuhisap dalam toksin untuk pemati<br />
Sesak penat dan sepi diri<br />
Bukan hati yang tidak peduli<br />
Berpikir agar hati segera mati</p>
<p>Jangan lagi kau peduli kami<br />
Entaskan mata dan usi pandangi<br />
Cerita ini bukan demi simpati<br />
Bualan belaka daribocah mati</p>
<p>Kelak indah kan ada slamanya<br />
Tapi bocah tak ungkin ada<br />
Tak juga suara, nada dan kata<br />
Lukisan pun berwarna air mata</p>
<p>Kasih, aku bukan yang tersayang<br />
Dalam gelapmu aku bukanlah bintang<br />
Ketiadaan aku di bawah bayang<br />
lalu gelap membawa menerawang</p>
<p>Bukan untuk dia kami berbicara<br />
Bahkan dia tak pernah bersuara<br />
Bisu, tuli, dan buta baginya yang nyata<br />
Terperosok di satu sudut kota</p>
<p>Bodohnya untuk mendengar hati<br />
Rasa yang mengatur tapi tak mengerti<br />
Kepala dicipta untuk mengendara<br />
Lalu mengapa cacat tetap terpelihara?</p>
<p>Kembali ke saat dunia baru tampak<br />
Bagian Bagian utuh yang berserak<br />
Luka yang terlahir menguap kelak<br />
Orang bodoh dengan bodoh tergelak</p>
<p>Mata air air mata tak lagi mengalir<br />
Harapan hanya asa yang tak bergulir<br />
Aku tak lagi masih menjadi butir<br />
Aku hanya menjadi segelintir</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/05/celoteh-malam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang (Sebuah) Cinta</title>
		<link>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/04/tentang-sebuah-cinta/</link>
		<comments>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/04/tentang-sebuah-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 16:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drouerhendro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/04/tentang-sebuah-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sudah sampai disini perjalanan kita<br />sudah hampir lusuh simbol di peta<br />nampak riuh rendah dalam berita<br />nampak tetap tak henti &#8216;tuk bercinta</p>
<p>bukanlah akhir dari sebuah cerita<br />saat kuas-kuas memberi warna derita<br />bukanlah tak bermakna noda pelita<br />saat warna dan noda memberi cinta</p>
<p>kasih, kita melangkah tanpa dusta<br />warna warna yang tak kasat mata<br />kasih, kita lewati walau berunta<br />warna warna gurun kan beri cinta</p>
<p>dengan nama-Nya aku berkata<br />atas ijin-Nya aku meminta<br />dalam kuasa-Nya kita toreh tinta<br />hanya untuk-Nya kami bercinta</p>
</p>
<p>** aamieennnn&#8230;. **</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/04/tentang-sebuah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>My Sweet Pray&#8230;</title>
		<link>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/03/my-sweet-pray/</link>
		<comments>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/03/my-sweet-pray/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 15:15:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drouerhendro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/03/my-sweet-pray/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhanku,<br />Cinta hakiki hanya pada-Mu,<br />Cinta sejati adalah milik-Mu,<br />Cinta kami semata semu.</p>
<p>Tuhanku,<br />Pada-mu semua menuju,<br />Menuju-Mu adahku melaju,<br />Karena-Mu semu ini tertuju.</p>
<p>Tuhanku,<br />Cinta kami ckup berliku,<br />Terhias aral, lubang dan batu,<br />Tertatih untuk satu pintu.</p>
<p>Tuhanku,<br />Atas kehendak-Mu kami bertemu,<br />Dengan ijin-Mu kami menyemu,<br />Dalam naungan-Mu kami berpadu.</p>
<p>Tuhanku,<br />Ijin dan naungan-Mu kami tunggu, <br />Berjama&#8217;ah menuju kasih-Mu,<br />Bersama merih cinta-Mu.</p>
</p>
<p>*Aamiieennn&#8230;.*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/03/my-sweet-pray/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Satu Petikan Surat (dari AAC)</title>
		<link>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/03/satu-petikan-surat-dari-aac/</link>
		<comments>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/03/satu-petikan-surat-dari-aac/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 17:48:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>drouerhendro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[from the heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/03/satu-petikan-surat-dari-aac/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #0000ff">Wahai orang yang lembut hatinya,</span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Sudah lama aku selalu mengecap pahit, kelam oleh penderitaan. Aku tiada siapapun kecuali Allah di hatiku, tapi kau datang dengan cahaya. Aku ingin menjadi yang halal bagimu, yang kau kecup keningnya, kau hapus air matanya. Dari orang yang selalu merindukan cahayamu.</span></p>
<p><span style="color: #0000ff">Nouro</span></p>
</p>
<p><span style="color: #cc33ff"><strong>*ada ga ya yang bakal ngirim surat ke aku kaya gini..?*</strong></span></p>
<p>*** sedikit comment ***</p>
<p>apa surat ini dapet inspirasi dari lagunya RSD &#8216;Satu Bintang Di Langit Kelam&#8217; ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drouerhendro.blog.friendster.com/2008/03/satu-petikan-surat-dari-aac/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>