Celoteh Malam

Tak bisa kuungkap dalam bentuk kata
Hanya bertutur dalam air mata
Hatiku yang terkungkung dan buta
Iman terbelenggu dalam imaji semata

Tuhan selalu ada, ku tau itu pasti
Meski tulang, daging, dan kulit dalam peti
Ruh tak bertubuh bersimbah cemeti
Itulah yang saat ini menjadi arti

Kuhisap dalam toksin untuk pemati
Sesak penat dan sepi diri
Bukan hati yang tidak peduli
Berpikir agar hati segera mati

Jangan lagi kau peduli kami
Entaskan mata dan usi pandangi
Cerita ini bukan demi simpati
Bualan belaka daribocah mati

Kelak indah kan ada slamanya
Tapi bocah tak ungkin ada
Tak juga suara, nada dan kata
Lukisan pun berwarna air mata

Kasih, aku bukan yang tersayang
Dalam gelapmu aku bukanlah bintang
Ketiadaan aku di bawah bayang
lalu gelap membawa menerawang

Bukan untuk dia kami berbicara
Bahkan dia tak pernah bersuara
Bisu, tuli, dan buta baginya yang nyata
Terperosok di satu sudut kota

Bodohnya untuk mendengar hati
Rasa yang mengatur tapi tak mengerti
Kepala dicipta untuk mengendara
Lalu mengapa cacat tetap terpelihara?

Kembali ke saat dunia baru tampak
Bagian Bagian utuh yang berserak
Luka yang terlahir menguap kelak
Orang bodoh dengan bodoh tergelak

Mata air air mata tak lagi mengalir
Harapan hanya asa yang tak bergulir
Aku tak lagi masih menjadi butir
Aku hanya menjadi segelintir

Leave a Reply