Another Letter for Her
Sunday, July 29th, 2007Dear …,
Lama sudah waktu berlalu, lama juga lidah mengelu. Seiring yang berlalu, aku pun tak seperti dulu.
Namun masih tercetus sebuah kata rindu padamu.
Hingga bertanya arti sebuah kerelaan yang selama ini aku kejar. Tapi belum teraih. Masih terbentur kasih. Dan dimana akan ku dapatkan sebuah rela, atas kepergianmu.
Meski kini kujauhkan hidupku dari hidupmu.
Seorang tetua pernah bernasihat tuk mengobati luka dengan dia yang lain. Terimakasihku atas nasihatmu, Tetua. Namun sayang, belum kudapatkan dia seperti yang kau nasihatkan, atau entah aku yang tidak mencari. Pernah kutemukan, namun tak ingin kudapatkan. Hingga terlalu letih tuk kembali mencari.
Dan, tetap kembali sendiri.
Semoga engkau berbahagia disana.
Aku berusaha untuk selalu berbesar hati menghadapi semua ini.
Hidup tidaklah semakin mudah, namun tetap akan ada tawa dalam duka dan sulitnya hidup.
Sesunyi inikah hidup?
Atau hidup ini sunyi?
Teriring salam dan rindu untukmu.
BDO, 290707
mas…