to somebody
Monday, March 12th, 2007Dear you,
hujan telah reda, namun tetaplah menatap ke langit karena awan masih tetap bergerak. kita tahu, kita bisa memperkirakan seberapa cepat sang awan bergerak, dan ke arah mana bergerak. namun kita tidak pernah bisa memperkirakan apakah sang Gusti akan mengijinkan sang awan untuk bergerak secepat dan ke arah seperti yang sudah kita perhitungkan.
salah seorang teman yang menyukai hujan akan berharap hujan akan menenangkan jiwa-jiwa manusia; entah manusia yang mana. kenyataanya, sekarang ini banyak orang yang tidak tenang dengan kedatangan hujan, dan aku sendiri menyenangi hujan saat turun di sepertiga malam terakhir. terasa semakin syahdu untuk menemaniku bersujud, memohon ampun dan memohon petunjuk pada sang Gusti sembari aku menghujani sajadahku sendiri dengan hujanku. *see…, pria pun memiliki hujan sendiri, yang berarti pria memang bisa saja dan sah2 saja untuk berhujan* mungkin memang hujan memiliki maksud sendiri2 tergantung dari awan yang membawanya.
aku munurunkan hujan hanya saat aku mengakui bahwa aku memang tidak berarti apapun bagi sang Gusti, aku memohon petunjuk karena memang sang Gusti yang memiliki semua clue (termasuk the blue’s clue) yang kubutuhkan dan memiliki ampunan karena the blue life I try to left behind and avoid for being blue (again). Wonder apakah hujan ku ini berisi kemunafikan atau tidak. akan kubiarkan saja hujan ini bertutur membawa setiap simbol-simbol bahasa yang keluar dari setiap mili tubuhku yang selalu berbahasa.
dan ‘you’, (dalam bahasa Jawa berarti kakak perempuan atau panggilan bagi seorang perempuan) apa yang hendak kamu lewati adalah bagian dari apa yang memang aku (harus) lalui juga… entah kenapa dengan sengaja aku ungkapkan dengan cara seperti ini kalimat sebelumnya, entah suatu nada kepesimisan atau memang ada perbedaan pandangan atas apa yang terjadi. namun sekiranya hujanku membawa semua simbol2 yang keluar dari tubuhku ke alamat yang tepat (yang seharusnya aku percayakan pada DHL) aku akan mendapat kiriman balasan yang secepatnya akan aku terima (bila dikirim menggunaka DHL pula). namun aku yakin akan ketepatan semua jasa kurir yang ada termasuk hujanku yang tidak secanggih DHL dengan fasilitas shpt tracking-nya yang memungkinkan aku untuk mengetahui keberadaan kirimanku setiap saat.
mungkin bukan simbol-simbol terakhir yang keluar dari tubuhku, namun aku aku selalu menurunkan hujanku, mempermainkan awanku, dan menanti kiriman yang datang dengan satu harap, tak akan ada custom yang memperlambat bahkan pajak yang harus aku bayar. Ini kiriman dari sang Gusti kok.
dan untuk seseorang yang beberapa hari yang lalu aku kejutkan, aku mohon maaf. saat aku melupakan ‘the verve’ dan loosing my consciusness, dan aku terkejut dengan simbol2 yg kau kirimkan melalui sang mentari. aku terkejut, karena asap yang kau kirimkan berasal dari apiku yang membakar tanpa aku sadari; dan aku terlupa akan hujan yang selama ini aku curahkan. hujanku membawa maaf padamu dan pada sang Gusti.
dan seseorang yang telah membuatku bertutur dalam keadaan tidak baik-baik, aku tetap menyayangimu sebagai tongkat dalam kebutaanku, dan hujanku selalu membawa simbol2 terbaik bagimu. semoga sang Gusti meneruskan simbol2 baik itu padamu. dan maafku karena melontarkan simbol2 terburuk dalam hidupku bersama hujanku dihadapanmu hanya karena duri kecil yang menancap tepat di tempat terlunak dari tubuhku.
dan untuk seseorang yang selalu mencurahkan hujannya bagiku melalui sang Gusti, aku akan selalu berbuat yang terbaik untukmu. Selamat untukmu yang baru merayakan hari besarmu, dan kamu akan tetap melihat bagaimana hujanku menjadi pisau tertajam pada siapapun yang membuatmu menghujankan luka di hatimu. like the one who once did that to you; the one who went to the woods and lost in it.
dan untukku, try to find your way from lost in the deep silent. be noisy like the way u used to be. open your mouth, again, and strengthen the rain you have. jangan biarkan tangisanmu membeku karena dinginnya angin yang menerpamu. memang badai jacob asngat menggangu hujanmu.
*wonder if one would understand it, and bermain hujan bersamaku*
Regards,
Om Kucluk