tut tut tut….
Friday, December 29th, 2006merasa seperti perkutut
sesuatu terjadi dalam perut
hendakkah engkau turut
karena aku terus kentut.
suara halus dan lembut
tidak seperti mobil butut
atau seperti benang kusut
karena aku terus kentut.
buka hidung dan mulut
jangan bersungut sungut
berbicara seperti tersulut
karena aku terus kentut.
jalan lurus, jangan tersangkut
lihat jidat sudah mengkerut
masih muda kok keriput
karena aku terus kentut.
tenang, jangan berebut
hingga namaku kau sebut
aku tak sembunyi seperti siput
karena aku terus kentut.
sudah, janganlah ribut
hingga mereka datang meliput
mengusik kambing merumput
karena aku terus kentut.
berbahagialah, jangan cemberut
seorang pun tak kan bisa luput
bertahanlah hingga berlumut
karena aku terus kentut.
Jeng, minta ijin buat post my comment of your writing di blog ku ya… matursuwon…..
it’s my comment of my friend’s blog…
******
dah lama ya ga nimbrungin blog mu Jeng…
jadi ijinkanlah saat ini aku menimbrunginya dengan racun2 yang sudah bersarang akut di diriku…
ini tho maksud nanyain ttg kausalitas.. mmmm..
sebenernya, aku lebih memilih untuk tidak menyebutnya kausalitas, (mungkin kaus yang lain seperti kaus-C59,kaus-Ocean Pacific, kaus kaki atau kaus berkerah supaya keliatan agak lebih sepuh tapi nyante…) tapi seperti hukum Newton III, aksi reaksi. When an action accurs, there comes the reaction. ketika bencana2 yg telah lalu menjadi aksi, kita bereaksi menjadi takut akan benda yg menjadi bencana. ketika kita bercermin menjadi aksi, kita bereaksi dengan mengingat hal2 yg telah lalu, mengapresiasinya, mensyukuri, dan menyesalinya.
mari kita sedikit masuk kedalam saat terjadinya aksi dan reaksi. untuk benda mati, suatu aksi hanya menghasilkan suatu reaksi sesuai dengan keadaan yang ada. tapi bagi menungso, apalagi wong cilik koyo aku iki, aksi akan menghasilkan options (note the usage of plural words) sebagai reaksi. the options are ours to choose. nah, waktu nge-choose ini kita pake senjata kita yang paling keren yang bisa mengalahkan nuklir, hati, pikiran dan, perhaps, thing yang Reni called nurani (kalo aku seh manggil nurani dadi gelo, inget mantan dari cinta pertama di sma.. wakakkk….).
Dari hukum Newton III ini juga kemudian akan diketahui bahwa kita tidak seharusnya menjadi pasif, menunggu bereaksi atas suatu rangsangan. Kenapa tidak kita yang beraksi (mengalahkan kejahatan di muka bumi ini dengan seruan, ‘Dengan kekuatan bulan, aku akan menghukummu’-quote from a cartoon character, Sailormoon) dan dengan sendirinya akan muncul yang namanya eksistensi diri.
Let’s use another point of view about this.
the romantic one, perhaps.
simple saja, aku juga rindu.. aku juga rindu akan hal2 yang tidak ada di sekitar aku. itulah rasa haus dan lapar dari batiniahku, dari nuraniku, dari hatiku.. yang selalu mencari jawaban dari pencarian… the endless search of which the end of everything is the end (rancu ga seh…???) bertanya, apakah ada seseorang yang akan menjadi pendamping hidupku. meski aku kadang berucap lebih baik aku berpoliandri (karena memang temanku yang bernama andri cukup banyak dari SD sampe dah gawe…. doesn’t mean I’m a gay even there’s a homo factor inside everybody-makanya disebut homo sapiens; atau pecinta sapi kali ya…??? wakakkkk.. kan suka minum susu sapi). but never find the end of the questions since I know a wife or a husband is not absolutely the soulmate. that’s why a marriage can be broken.
mari kita gunakan keimanan kita, sekarang. hal ini bakal lebih simple lagi karena memang pada prisipnya Tuhan sudah mengatur semuanya. as a moslem I believe in qadla dan qadar. takdir yang bsa diubah dan yang tidak. so, mudah saja, let’s do the best in our life, don’t stop moving every part of the body to make an effort. then leave the result to The Great Allah as He knows the best result for us will be given to.
Tinggal kita bersabar, dan ikhlas (hal2 simple secara teoritis namun sulit secara praktikal).
And I say ‘Aamiieennnn’ for the Reni’s prays for I believe tha God will give the best for all of us.
* perasaan komennya lebih panjang ya…?
mungkin aku bereaksi terlalu berlebihan
Nuonsewu mbakyu.. sebelum aku Nyuon satusewu…..*
*******