Archive for October, 2006

Kuesel….

Monday, October 16th, 2006

Kadang, apa yang datang di hari2 kita ga sama ama apa yang kita harepin. kadang, feeling kita bisa lebih kuat dari pemikiran kita. hmm… kenapa ya?

kita bisa ngerasain kalo apa yang akan datang tidak akan menyenangkan.. and then it’s true. tapi kadang, perasaan ini juga salah, padahal kita udah prepare for the worst. yakss….. disgusting emang saat2 seperti ini. being blamed, being thepoin of the sin, hearing different thought form different point of view, hearing those riculous words from people we care. :(..

fiuhh….. cape deh……

banyak yang ingin kita ucapkan saat menerima semua iotu, tapi lidah tidak bertulang… halah.. malah nyanyi.. maksudnya, lidah kelu tak kuasa untuk berucap. entah ga berani, atau emang masih ada dogma2 tradisional yang mengikat lidah, yang menghalangi kata2 ini untuk berkapilaritas…

sisa2 tradisi ke-hamba-an dan ke-ningrat-an yang menyebalkan.

Pola.. (Baju Kali ….)

Tuesday, October 10th, 2006

Aku teringat kata2 dari seorang teman mengenai pola, katanya masing2 memiliki pola sendiri. Hari ini aku diingatkan mengenai pola ini. (maaf kepada teman, kerabat, sanak saudara, dan handai taulan yang pernah menggunakan kata ini. aku yakin, arah dari pola yang aku ceritakan dalam tulisan ini tidak sama dengan yang anda maksudkan, meski ada kemiripan struktur didalamnya).

Memang benar jika setiap orang memiliki pola, pola yang sudah pasti berbeda meski mungkin antara satu dan yang lainnya ada beberapa kemiripan. POla yang membentuk suatu bentukan-bentukan tersendiri, baik dari bentukan yang bersudut 3 hingga yang tak terhingga. Bentukan-bentukan yang menarik, yang indah, dan tampak menarik untuk dipelajari atau dianalisa lebih jauh. namun sebelumnya, aku melihatnya secara keseluruhan, dimana masing-masing pola ini ternyata saling berkaitan satu sama lain. baik secara langsung, maupun tidak. meski masing-masing pola berjalan sendiri, namun tanpa disadari tetap mempengaruhi pola yang lain. bentukan yang paling jelas adalah jaring yang sudah rusak, pola-pola yang tadinya sama kemudian sebagian berubah yang kemudian menyebabkan terjadinya perubahan dalam bentuk kerjsama dalam jaring itu. sama seperti pola dalam jaring-jaring makanan. yang membedakan, dalam jaring-jaring makanan setiap pola diakhiri dengan teh botol sosro.. Halahhh…. * iklan kaleeee….*

setidaknya, saat ini aku ingin menangis, bersimpuh di hadapan sang Pencipta dan untuk kesekian kalinya, entah ke berapa kali, aku mohon ijinnya atas apa yang aku inginkan dalam perjalananku kedepan. untuk kesekian kalinya aku berada dalam jaring meski aku telah berusaha untuk tetap berjalan dalam polaku sendiri. namun, jaring ini yang terburuk, hingga membuat sebagian pola lain terpuruk, bahkan satu pola terancam ambruk. Benar-benar jaring yang buruk.

aku berusaha untuk membentuk polaku sendiri, namun ternyata pola ini telah membentuk pola yang lain, yang tidak aku kira sebelumnya. dan pola lain yang terbentuk bukanlah pola yang baik bagi rekan kerjaku yang memang lebih senior dari aku. saat emosional meningkat dan kecerdasan menurun, aku akan berfikir bahwa tidaklah eighties.. eh.. etis bila pola yang ku usahakan untuk diriku sendiri ternyata mempengaruhi pola lain hingga pola ini akan hancur. namun, kecerdasanku kuangkat kembali dan menyadari, bahwa ini merupakan bagian dari teori evolusi Darwin. Bukan, bukan berarti rekan sekerjaku atau aku berasal dari monyet yang berevoulusi menjadi manusia kera yang berjalan tegap, atau sebaliknya, dari manusia kera berjalan tegak menjadi kera. Darwin bukanlah tuhan, namun ia berhasil menganalisa keberadaan pola-pola dan perkembangannya. Salut untukmu, Dar. tapi untukku, seperti dilematis. mengapa harus berkaitan, hingga aku merasa sebuah beban telah bertampuk di pundak ini. Kepada seorang rekan kerjaku, aku mohon maaf hingga polamu menjadi seperti sekarang ini, bukan inginku, bukan ingin kita semua. tapi aku tetap menyimpan keyakinan, pola-pola yang sekarang ada akan membentuk jaring yang terbaik yang pernah ada, meski polaku dan polamu tidak dirancang untuk berkaitan.

dan Tuhan, hanya Engkau Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Hanya Engkau yang mengetahui apa yang ada di balik tabir gelap masa depan dan menguasai tabir gelap ini. Tuhan, hamba memohon ijin-Mu atas apa yang ada dalam benak dan hati hamba hanya dengan satu niat, untuk tetap beribadah kepada-Mu, dengan membahagiakan kedua orang tuaku.

ya, Tuhan, biarkan tulisanku ini menjadi sebuah doa dan ijin-Mu tercurah untuk pengabulan doa ini. dengan segala kerendahan hati, dengan segala ketulusan, dengan segala keridhoan dan keyakian, aku memohon ijin-Mu. di bulan nan suci ini, untuk kesekian kalinya, aku bersimpuh,m dan bersujud pada-Mu.

* bila memang dalam perjalanan hidup diharuskan ada pengorbanan atau ada yang harus dikorbankan, aku yakin semuanya itu akan menjadi jalan terbaik yang Tuhan berikan kepadasemua mahluk-Nya *

:’(

Why…

Friday, October 6th, 2006

Why do I feel like a sinner today?

Why….

Am I a sinner?

why do people seems to refuse to see me?

Why…?

Pagi…

Thursday, October 5th, 2006

Salam untuk pagi; mengapa kau nampak sunyi; tak kutemui rona di pipi; yang selalu menghiasi.

Untukmu pagi; kuangkat mata menatapi; tiada warna dari mentari; yang senantiasa beri arti.

Dalam pagi; terduduk diam kurenungi; hari yang penuh dengan caci; terhinakah hati yang sendiri.

Mengenai pagi; selalu kau kukagumi; hadirmu beri isak tangis bayi; angkat hina bawa terpuji.

Dan pagi; mengapa pergi; saat mentari tinggi; aku meragi.

*** Pagi… saat indah yang selalu beri asa di hati meski sirnakan mimpi. tapi apalah arti mimpi, yang tak pernah menjadi, bila asa di hati beri senyum penuh arti. terimakasih untuk semua caci, yang telah menempa diri. terimakasih untuk penolakan diri, yang membuat kaki semakin kokoh berdiri. karena pagi, akan mengawali hari, karena pagi jarang kutemui. ***

Senja, Malam, Pagi, dan Siang

Tuesday, October 3rd, 2006

… Sepertimya senja t’lah tiba; terimakasih atas siang yang kau bawa; atau sekarang memang sudah malam; dan senja telah lama berlalu.

namun siangku  seperti malam; dan siangku hanya sesaat saja; seperti saat kau tiba; dan setelah itu malam temaniku.

haruskah aku mencari pagi kini; karena pagi tak datang sendiri; lalu membawa siang padaku; dan memberi suatu cerah.

sepenuhnya aku bersadar; memang hariku adalah malam; mari nikmati malam ini; seperti malam yang telah lalu.

hariku memang berisi malam; binar pendar dari bulan dan bintang; mereka yang aku tatapi; dan senyumku untuk bahagia.

aku tak lagi menunggu pagi; karena hariku memang malam; dan apabila pagi kutemui; mungkin aku t’lah mati.

*** mungkin ada seseorang yang pernah membaca sedikit bagian. namun bukan untukmu aku tulis ini, sayang, aku hanya bercerita mengenai hari hari dalam sebuah hidup ***