Aku teringat kata2 dari seorang teman mengenai pola, katanya masing2 memiliki pola sendiri. Hari ini aku diingatkan mengenai pola ini. (maaf kepada teman, kerabat, sanak saudara, dan handai taulan yang pernah menggunakan kata ini. aku yakin, arah dari pola yang aku ceritakan dalam tulisan ini tidak sama dengan yang anda maksudkan, meski ada kemiripan struktur didalamnya).
Memang benar jika setiap orang memiliki pola, pola yang sudah pasti berbeda meski mungkin antara satu dan yang lainnya ada beberapa kemiripan. POla yang membentuk suatu bentukan-bentukan tersendiri, baik dari bentukan yang bersudut 3 hingga yang tak terhingga. Bentukan-bentukan yang menarik, yang indah, dan tampak menarik untuk dipelajari atau dianalisa lebih jauh. namun sebelumnya, aku melihatnya secara keseluruhan, dimana masing-masing pola ini ternyata saling berkaitan satu sama lain. baik secara langsung, maupun tidak. meski masing-masing pola berjalan sendiri, namun tanpa disadari tetap mempengaruhi pola yang lain. bentukan yang paling jelas adalah jaring yang sudah rusak, pola-pola yang tadinya sama kemudian sebagian berubah yang kemudian menyebabkan terjadinya perubahan dalam bentuk kerjsama dalam jaring itu. sama seperti pola dalam jaring-jaring makanan. yang membedakan, dalam jaring-jaring makanan setiap pola diakhiri dengan teh botol sosro.. Halahhh…. * iklan kaleeee….*
setidaknya, saat ini aku ingin menangis, bersimpuh di hadapan sang Pencipta dan untuk kesekian kalinya, entah ke berapa kali, aku mohon ijinnya atas apa yang aku inginkan dalam perjalananku kedepan. untuk kesekian kalinya aku berada dalam jaring meski aku telah berusaha untuk tetap berjalan dalam polaku sendiri. namun, jaring ini yang terburuk, hingga membuat sebagian pola lain terpuruk, bahkan satu pola terancam ambruk. Benar-benar jaring yang buruk.
aku berusaha untuk membentuk polaku sendiri, namun ternyata pola ini telah membentuk pola yang lain, yang tidak aku kira sebelumnya. dan pola lain yang terbentuk bukanlah pola yang baik bagi rekan kerjaku yang memang lebih senior dari aku. saat emosional meningkat dan kecerdasan menurun, aku akan berfikir bahwa tidaklah eighties.. eh.. etis bila pola yang ku usahakan untuk diriku sendiri ternyata mempengaruhi pola lain hingga pola ini akan hancur. namun, kecerdasanku kuangkat kembali dan menyadari, bahwa ini merupakan bagian dari teori evolusi Darwin. Bukan, bukan berarti rekan sekerjaku atau aku berasal dari monyet yang berevoulusi menjadi manusia kera yang berjalan tegap, atau sebaliknya, dari manusia kera berjalan tegak menjadi kera. Darwin bukanlah tuhan, namun ia berhasil menganalisa keberadaan pola-pola dan perkembangannya. Salut untukmu, Dar. tapi untukku, seperti dilematis. mengapa harus berkaitan, hingga aku merasa sebuah beban telah bertampuk di pundak ini. Kepada seorang rekan kerjaku, aku mohon maaf hingga polamu menjadi seperti sekarang ini, bukan inginku, bukan ingin kita semua. tapi aku tetap menyimpan keyakinan, pola-pola yang sekarang ada akan membentuk jaring yang terbaik yang pernah ada, meski polaku dan polamu tidak dirancang untuk berkaitan.
dan Tuhan, hanya Engkau Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Hanya Engkau yang mengetahui apa yang ada di balik tabir gelap masa depan dan menguasai tabir gelap ini. Tuhan, hamba memohon ijin-Mu atas apa yang ada dalam benak dan hati hamba hanya dengan satu niat, untuk tetap beribadah kepada-Mu, dengan membahagiakan kedua orang tuaku.
ya, Tuhan, biarkan tulisanku ini menjadi sebuah doa dan ijin-Mu tercurah untuk pengabulan doa ini. dengan segala kerendahan hati, dengan segala ketulusan, dengan segala keridhoan dan keyakian, aku memohon ijin-Mu. di bulan nan suci ini, untuk kesekian kalinya, aku bersimpuh,m dan bersujud pada-Mu.
* bila memang dalam perjalanan hidup diharuskan ada pengorbanan atau ada yang harus dikorbankan, aku yakin semuanya itu akan menjadi jalan terbaik yang Tuhan berikan kepadasemua mahluk-Nya *
:’(