To Who(m) It May Concern

January 17th, 2009 by drouerhendro

Hal ini pernah kuutarakan sebelumnya, meski tadinya ingin ku baratkan karena Jim Morrison bilang ‘the west is the best’.

Sebuah Mercedes Benz adalah sebuah kendaraan yang memang sudah dipastikan kenyamanannya. Tapi pernahkah merasa tidak nyaman berada dalam kendaraan ini hanya karena ketidak sesuaian sengan sang pengemudi atau dengan teman seperjalanan?

Berjalan adalah suatu aktifitas yang melelahkan dan belum tentu menyenangkan. Tapi pernahkah merasa berjalan menjadi sangat membahagiakan dan menyenangkan hanya karena seseorang yang menjadi teman seperjalanan adalah seseorang yang diinginkan?

*hanya sebuah pertimbangan kecil yang bisa menjadi hal besar*

Penampakan

November 2nd, 2008 by drouerhendro

Hanya sebuah pertanyaan mengenai penampakan, “Apakah penampakan itu begitu sulit dan menakutkan?

*sebuah pertanyaan mudah namun dapat menjadi indah*

I am invisible. Understand? Simply, because people refuse to see me. No, I’m not a spook like those who haunted Edgar Allan Poe. Nor, I am a man of substance, of flesh and bone, ….” (Invisible Man - Ralph Ellison)

dan aku hanya nampak dalam kata…

Dalam Perjalanan

November 2nd, 2008 by drouerhendro

Setelah lama berjalan, dari semua liku-liku yang pernah kulalui kembali kujumpai kembali suatu jalan yang jauh lebih melelahkan dari jalan yang pernah ku lalui. Entah karena aku sudah terlalu lama berjalan di jalan mendatar tanpa tikungan tajam dan tanjakan curam, atau aku yang terlalu terlena dengan berkendaraan sendiri. Saat aku hendak melalui jalan ini, dan kini aku mencoba untuk melalui jalan ini tidak sendiri, kudapati jalan ini begitu mendaki, dengan tikungan-tikungan yang teramat tajam, dan aku masih menggunakan kendaraan yang sama. Hmmm, ingin aku berganti kendaraan. Sayangnya, semua kendaraan akan tetap dengan hasil yang sama. ‘Seems like there’s no choices to change the vehicle‘. tak apalah, aku masih bisa menggunakan kendaraan aku yang lama. Meski terkadang aku sejenak berhenti di tengah tanjakan untuk mendinginkan mesinku, sedikit memperbaiki mesin atau memang berhenti karena kehabisan bahan bakar. Sedikit-demi sedikit aku tetap mencoba menapaki jalan ini. Dari setiap tikungan tajam yang aku coba lalui, berkombinasi tanjakan atau lubang atau terkadang adanya penyeberang-penyeberang yang mendadak, kasat mata dan tidak, aku masih tetap berkeras hati untuk menapaki jalan ini.

Disela-sela kesibukan mengemudikan kendaraan ini, selalu kusempatkan untuk menatap pendamping di sampingku. Dia yang menjadi penunjuk arah dan penunjuk keadaan secara umum, karena memang dia sedang memegang peta dari jalan yang harus kulalui. Dan, dia juga yang membuat ku berkeras hati untuk mencapai akhir dari jalan ini. Kala terang dan gelap, kala siang dan malam, kala hujan atau panas, tetap aku berusaha untuk tetap menatap jalan yang harus kulalui. Berkonsentrasi penuh untuk apa yang akan terjadi, berusaha membaca keadaan di depan, dan membuat perencanaan dari setiap prediksi. Tak kupungkiri, memang melelahkan. Meski keadaan sering menjadi pengobat dari kelelahan ini. Dari setiap ruas jalan ini, kudapati keindahan-keindahan kehidupan yang selalu kuinginkan, yang menyejukkan suasana panas, yang membasahi keringya hati. Indah, begitu indah, alam semesta yang kulalui memang alam yang begitu indah. Ketika pohon-pohon menyejukkan dan menaungi kami dari panasnya mentari dan sengatan tuntutan-tuntutan dari jalanan, kami tersenyum, tertawa bersama, berbagi hebahagiaan, dan mensyukurinya.

Tak dipungkiri, dari sekian banyak keindahan, kami pun bertemu dengan ganasnya alam yang memaksa kami menghentikan kendaraan dan berhenti sejenak, bersedih atau menangis. Terkadang kami harus berjalan satu persatu dan yang lainnya menyusul dengan kendaraan yang memang sedang tidak mampu untuk menaiki tanjakan yang begitu terjal. Tapi kami kembali meneruskan perjalanan bersama, walau terkadang perjalanan kami dilanjutkan dengan duka, kesedihan, dan air mata. Dan semua ini mencambuk kami, dia dan aku. Mencambuk setiap sisi kehidupan kami. Semoga cambuk ini bukanlah neraka.

Dan kami menempuh perjalanan ini dalam ketidak nampakan.

celoteh saat hendak mohon diri

May 30th, 2008 by drouerhendro

mari kita kembali ke titik nol.. dan biarkan lewati masa ke depan pada titik nol. titik teraman yang sebetulnya tidak aman, dan titik termudah yang sebenarnya tidak mudah. namun apa hendak dikata, jalan yang berliku membawaku kembali ke titik awal ini, dan pada akhirnya berusaha untuk menjadikan titik ini sebagai zona aman untuk sementara waktu hingga waktu yang tidak di tentukan.

Terimakasih untuk semua yang telah berada di sekitar saat melewati masa yang telah lalu. tidak pernah berniat untuk menghilangkan semua itu dari benak, bahkan akan ku kumpulkan dalam sebuah album yang akan selalu kujaga dan kurawat. semua akan menjadi kenangan yang indah. i believe that it would be.

Dan perubahan bkanlah harus terjadi seketika, saat batu kemudian berlubang karena tetes demi tetes air yang jatuh menimpanya. aku harus berubah. ya, aku harus. Pilihan-pilihan itu masih berserakan di sekitar, dan aku harus tetap memilih. meski pilihan itu adalah diam dan memilih untuk tidak memilih. mungkin tidak itu saja pilihan yang terdekat, karena bisa saja akumemilih untuk melanjutkan jalan yang pernah aku tapaki. kembali ke luasnya dua dunia. wew….

sudah mendekati waktu dimana sepatu dilepas, dan menghempaskan diri ke tempat tidur…. tapi aku masih di tempat dimana rejekiku diraup. alhamdulillah……

mari.. met malam.. saya pamit..

dan untuk kamu, mari.. saya juga pamit.. maafkan, saya mohon diri….

*sekedar berpamitan, ntuk waktu tak terhingga*

Mind that Reads

May 20th, 2008 by drouerhendro

hanya sedang ingin menulis sedikit tentang sesuatu…

1. sedang berfikir mengenai ke-’atheis’-an.. wew, please, don’t do that to me…. don’t push my tounge to say it….

2. when thing’s being empty.. then a jug of water comes nearer… should i fill it with the water? damn…!!! I’m not that strong for that….

3. hmm.. it’s not easy to be a ‘nokia’. since traps are everywhere and you might choose a wrong operator… demmmm the competition among the operators are getting harder and harder….

4. trying to take off the clothes that I’ve been wearing for so long…, and be ready to wear another clothes. will i be ready for that….????

5. bunda dan ayah, maafkan aku. I can’t be the boy that you always want. I have my own life to live but still, I never change my list where you n the family is the first in it.

6. keep looking at the stars and the moon in the sky above.. wondering  where my star will be and how will the moon in June look like?

*sambil celingukan liat bayangan diri sendiri di cermin*

UPG, 200508

Sejenak Mohon Pamit

May 4th, 2008 by drouerhendro

Selamat malam untuk kekasih
Dalam hati berada sang putri, masih
Menguatkan kaki, untuk tak tertatih
Menerangi hari dengan cahaya putih

Selalu bersinar cerah bersahaja
menjadi ratu dari seorang raja
Ceriakan relung kelabu kala senja
Tiada berharap yang lain, dirinya saja

Gelapnya malam ini kan memberi mimpi
Yang terindah, yang tiada bertepi
Doa dan senyum selalu menatapi
Membahana, tinggalkan diri yang sepi

Lautan masih tetap menantang
Penghujung langit disana terbentang
Kembali berada di bahtera yang usang
Teriring salam untuk kekasih tersayang

*sejenak ku mohon diri*

Celoteh Malam

May 4th, 2008 by drouerhendro

Tak bisa kuungkap dalam bentuk kata
Hanya bertutur dalam air mata
Hatiku yang terkungkung dan buta
Iman terbelenggu dalam imaji semata

Tuhan selalu ada, ku tau itu pasti
Meski tulang, daging, dan kulit dalam peti
Ruh tak bertubuh bersimbah cemeti
Itulah yang saat ini menjadi arti

Kuhisap dalam toksin untuk pemati
Sesak penat dan sepi diri
Bukan hati yang tidak peduli
Berpikir agar hati segera mati

Jangan lagi kau peduli kami
Entaskan mata dan usi pandangi
Cerita ini bukan demi simpati
Bualan belaka daribocah mati

Kelak indah kan ada slamanya
Tapi bocah tak ungkin ada
Tak juga suara, nada dan kata
Lukisan pun berwarna air mata

Kasih, aku bukan yang tersayang
Dalam gelapmu aku bukanlah bintang
Ketiadaan aku di bawah bayang
lalu gelap membawa menerawang

Bukan untuk dia kami berbicara
Bahkan dia tak pernah bersuara
Bisu, tuli, dan buta baginya yang nyata
Terperosok di satu sudut kota

Bodohnya untuk mendengar hati
Rasa yang mengatur tapi tak mengerti
Kepala dicipta untuk mengendara
Lalu mengapa cacat tetap terpelihara?

Kembali ke saat dunia baru tampak
Bagian Bagian utuh yang berserak
Luka yang terlahir menguap kelak
Orang bodoh dengan bodoh tergelak

Mata air air mata tak lagi mengalir
Harapan hanya asa yang tak bergulir
Aku tak lagi masih menjadi butir
Aku hanya menjadi segelintir

Tentang (Sebuah) Cinta

April 1st, 2008 by drouerhendro

sudah sampai disini perjalanan kita
sudah hampir lusuh simbol di peta
nampak riuh rendah dalam berita
nampak tetap tak henti ‘tuk bercinta

bukanlah akhir dari sebuah cerita
saat kuas-kuas memberi warna derita
bukanlah tak bermakna noda pelita
saat warna dan noda memberi cinta

kasih, kita melangkah tanpa dusta
warna warna yang tak kasat mata
kasih, kita lewati walau berunta
warna warna gurun kan beri cinta

dengan nama-Nya aku berkata
atas ijin-Nya aku meminta
dalam kuasa-Nya kita toreh tinta
hanya untuk-Nya kami bercinta

** aamieennnn…. **

My Sweet Pray…

March 14th, 2008 by drouerhendro

Tuhanku,
Cinta hakiki hanya pada-Mu,
Cinta sejati adalah milik-Mu,
Cinta kami semata semu.

Tuhanku,
Pada-mu semua menuju,
Menuju-Mu adahku melaju,
Karena-Mu semu ini tertuju.

Tuhanku,
Cinta kami ckup berliku,
Terhias aral, lubang dan batu,
Tertatih untuk satu pintu.

Tuhanku,
Atas kehendak-Mu kami bertemu,
Dengan ijin-Mu kami menyemu,
Dalam naungan-Mu kami berpadu.

Tuhanku,
Ijin dan naungan-Mu kami tunggu,
Berjama’ah menuju kasih-Mu,
Bersama merih cinta-Mu.

*Aamiieennn….*

Satu Petikan Surat (dari AAC)

March 2nd, 2008 by drouerhendro

Wahai orang yang lembut hatinya,

Sudah lama aku selalu mengecap pahit, kelam oleh penderitaan. Aku tiada siapapun kecuali Allah di hatiku, tapi kau datang dengan cahaya. Aku ingin menjadi yang halal bagimu, yang kau kecup keningnya, kau hapus air matanya. Dari orang yang selalu merindukan cahayamu.

Nouro

*ada ga ya yang bakal ngirim surat ke aku kaya gini..?*

*** sedikit comment ***

apa surat ini dapet inspirasi dari lagunya RSD ‘Satu Bintang Di Langit Kelam’ ya?